Internet Banking Mandiri: Identification Error Threshold Reached.(8202)

Sudah lumayan lama saya tak menggunakan Internet Banking Mandiri. Alasan utamanya karena sementara ini baru merupakan rekening figuran, bukan rekening utama dalam bertransaksi. Tapi setelah sekira dua bulanan tak bertransaksi sama sekali, takut juga saya dengan ancaman "dormant" alias pembekuan rekening karena tidak ada aktifitas transaksi setelah jangka waktu tertentu. Saya pakai saja untuk sebuah transaksi bernomina kecil, bayar domain ke PANDI.

Pengalaman kena status dorman terakhir bagi saya sudah cukup tidak mengenakkan. Harus datang ke cabang bawa KTP+Buku Tabungan, isi formulir pernyataan, dan melakukan setoran tunai ke rekening. Saya lupa diminta setor berapa, padahal aslinya cuma buat transfer seumlah kecil uang ke seseorang yg punyanya cuma rekening Mandiri (kebetulan waktu itu antar Mandiri-BCA belum bisa saling transfer).

Lagipula, bank Mandiri termasuk yg agak rigid dengan status dormant ini. Kalau bank lain kebanyakan memberlakukan status dormant kalau rekening non-aktif selama 6 bulan, Mandiri hanya 3 bulan. Tapi selama masih ada saldo (gak sampai saldo minus terpotong biaya administrasi) rekening masih bisa diaktifkan lagi dengan mendatangi cabang terdekat.

Lah, ndilalah ketika bertransaksi online dengan Mandiri Internet, PIN dari Token saya ditolak. Awalnya saya pikir karena saya salah memasukkan PIN atau mungkin karena kelamaan (PIN yg keluar dari token biasanya akan expired setelah beberapa saat). Namun setelah beberapa kali proses input PIN ditolak, saya mulai merasa ada yg tidak beres dengan sistemnya.

Coba saya telpon ke Mandiri Call, nomor 14000, dijelaskan kalau keluar kode error "Identification Error Treshold Reached (8202)" maka token harus dibawa ke cabang untuk disinkronisasikan. Lumayan, dengan durasi telepon 3 menitan bisa terjawab kesulitan saya.

Langsung setelah itu saya meluncur ke cabang Mandiri terdekat, tak lupa bawa token+buku tabungan+KTP seperti dikatakan petugas Mandiri Call. Ternyata yang diminta cuma token sama buku tabungan saja, dan diverifikasi standar dengan ditanya tanggal lahir dan nama ibu kandung.

Setelah itu token dibawa sama petugas Customer Service yang menerima saya, katanya untuk di reset di "dalam" karena di komputer CS tidak bisa. Sebentar kemudian token diserahkan kepada saya. "Sudah bisa dipakai, Pak", katanya. Waktu saya tanya apa penyebabnya, kata mbak CS kemungkinan karena token sudah lama tidak digunakan bertransaksi online. Walau sebenarnya jawaban ini kurang "ngeh" dengan pemahaman IT saya, tapi saya diam saja.

"BIsa dicoba di sini, Mbak?", tanya saya. Maksudnya untuk memastikan bahwa token memang bener-bener bisa dipakai. Kalau ternyata saya terlanjur pulang dan token tetap tak bisa dipakai kan saya harus kembali lagi... Rugi waktu, dan kena ongkos parkir pula.

"Maaf Pak, jaringan kami tidak bisa mengakses internet", jawabnya.

Ya sudah kalau begitu. Padahal kalau di bank kompetitor utamanya saya bisa coba internet banking tuh. Jadi kan CSnya bisa mengajari nasabah yang gaptek atau agak gaptek. Untung saja ketika sampai rumah, saya bisa sukses bertransaksi online kembali dengan Mandiri Indternet. Case closed.

author
  1. author

    r102546 hari ago

    susah juga yah punya internet banking, musti aktif transaksi online juga

    Reply
  2. author

    Paul Hardiarto2476 hari ago

    Mengenai “coba token”.
    Pengalaman saya dengan Token, krn saya pikir seperti competitor nya, maka tidak bisa bertranksasi, setelah saya datang ke kantor cabang Kelapa Gadig Jakarta Utara, saya dilayani oleh CS nya dengan baik dan dijelaskan satu persatu cara penggunaan tranksasi nya dg Token saya.

    Reply
  3. author

    heidy2469 hari ago

    Saya juga punya kasus serupa. Saya mau online shop gadget dengan harga rebutan yang lumayan murah dengan mandiri clickpay. Gadget itu cuma dijual 20 unit. Dengan semangat 45, saya lakukan prosedur pembelian online, eh pas masukin kode token mandiri, ternyata dibilang transaksi gagal, padahal saldo masih mencukupi. Kode: Identification Error Threshold Reached(8202) juga saya temukan ketika berusaha re-activate token saya sendiri di internet banking. Alhasil saya gak berhasil mendapatkan gadget dengan harga rebutan itu, karena udah sold-out dalam waktu beberapa menit aja. Setelah tanya sana sini, ternyata token mandiri harus diaktifin ulang di cabang terdekat kalo udah kelamaan gak dipake. Cape deh.

    Reply
  4. author

    Devi Natalia2431 hari ago

    Wagh, sy juga kebetulan sedang mengalami nasib yang sama. Untung ad penjelasa dr saudara, sangat menolong saya memahami situasi di mana transaksi saya ditolak puluhan kali pdhl sudah memasukan kode pin dan token yg benar. Kaget dan kecewa juga sih. Sy tidak menyadari policy inet banking mandiri yg ini, saya rasa tidak banyak juga org yg tahu. Menurut saya kebijakan ini menyusahkan sekali, pas lagi urgent harus transfer, eh ga bisa, sama aj boong dong saya punya token dan id inet banking mandiri, ujung2ny saya jadi transaksi online dari bank kompetitor d. Kalau pihak mandiri membaca ini, plis dipertimbangkan status dormant non aktif diperpanjang selama 6 bulan atau lebih. Atau kalo memang cuma bisa 3 bulan, mohon ad notifikasi yg dikirimkan lewat email sehingga customer tahu dan bisa langsung mengaktifkan ulang token di cabang terdekat, ketimbang baru tahu mendadak seperti sy skrg ini pdhl lg butuh banget bertransaksi dengan mandiri. Tahunya dr surat artikel browsingan pula, bukan dr penjelasan lsg di web resmi mandiri mengenail error 8202, grrr

    Reply
  5. author

    cs2272 hari ago

    bank cacat, CSnya kadaluwarsa!

    Reply
  6. author

    Dian A1574 hari ago

    Saya juga dapet error kaya begitu padahal tadi pagi baru aja ke kantor cabang buat buka blokir karena salah pin, eh pas pulang mau transaksi ko ga bisa2 dapet error 3x Salah Respon. Token Blocked..(8202)

    Reply

Leave a reply "Internet Banking Mandiri: Identification Error Threshold Reached.(8202)"