Google Banning, Ketika Search Engine Memerangi Praktik Blackhat

Google merupakan satu2nya search engine yang berani menampakkan hasil penilaiannya terhadap sebuah situs dalam bentuk pagerank. Dan, sejak hari itu, kompetisi SEO diantara pemilik situs makin berkembang dengan sangat dinamis.

Dengan banyaknya praktisi blackhat SEO, Google juga makin beradu cerdik mengantisipasi dan memerangi praktik yang merugikan konsumen Google. Saya, sebagai praktisi SEO di wilayah abu2 juga harus kucing2an dengan segala perangkat metrik yang dipunya paman Gugel. Karena, saya yakin 99% praktisi SEO bukanlah orang2 yg masuk dalam kategori whitehat.

Dan, tibalah mimpi buruk itu.

Salahsatu situs yg saya bangga2kan karena dikunjungi ribuan orang tiap hari, dan mampu menduduki papan atas dalam keyword utama, terkena sanksi Google banning.

Berangsur-angsur, jumlah halaman yang tercatat dalam indeks Google terus menurun. Dari puluhan ribu turun jadi belasan ribu, dan terakhir ketika saya tulis hanya tersisa 4000-an halaman saja. Jika benar situs itu di-bann, pastinya paling lama sebulan lagi ia akan hilang dari indeks Google.

Tentu saja, di saat yg sama, pendapatan dari iklan PPC terus merosot. Yang relatif aman sampai hari ini hanya pendapatan dari link-ads yang kebetulan memang belum mengetahui kondisi ini.

Satu hikmah yang perlu dicatat: kita perlu jadi sangat berhati2 jika sudah menduduki papan atas.
Mungkin kita masih dibiarkan melakukan praktik hitam ketika situs kita masih kecil. Namun kemurahan itu memang bukan untuk yang sudah beranjak menjadi situs besar :)

author
  1. author

    Widya Tri H2149 hari ago

    terima kasih informasinya…. sangat membantu sekali…..

    Reply

Leave a reply "Google Banning, Ketika Search Engine Memerangi Praktik Blackhat"