Rajin Bertegur Sapa dengan Social Media

No comment 580 views

SERAYA mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H dan meminta maaf lahir-batin atas kesalahan saya selama ini, saya hendak berbagi kepada anda tentang kisah sederhana yang saya petik selama Lebaran kemarin.

Kiranya kisah sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk memulai kembali aktivitas bisnis yang sejenak kita letakkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

Selama Lebaran ini, seperti anda juga, saya berjumpa banyak saudara dan sahabat di berbagai kesempatan. Secara personal, perjumpaan berlangsung dalam kunjungan khusus. Secara komunal, perjumpaan berlangsung di forum seperti syawalan trah dan reuni.

Ada fenomena menarik yang saya catat. Tatkala bertemu dengan saudara atau sahabat yang sudah kerap ”bertemu” di media sosial, entah itu Twitter atau Facebook, dan sering bertegur sapa di Blackberry Messenger (BBM) dan Whatsapp (WA), kami langsung saling menghambur secara akrab. Seolah-olah setiap hari ketemu. Kami langsung larut dalam percakapan yang seru.sosmed

Tak ada pertanyaan basa-basi seperti ”apa kabar”, ”sekarang di mana”, atau ”sudah punya anak berapa”. Itu pertanyaan yang sudah usang kami tanyakan lewat komunikasi maya. Kalau pun ada basa-basi biasanya langsung nancep ke pokok bahasan, ”Lho kok lebih gemuk dari foto yang di DP (display picture),” sambil ditimpali dengan tawa menderai. Bercanda.

Sebaliknya, saat bertemu dengan saudara atau sahabat yang sama sekali tak pernah terhubung, terasa ada harap-harap cemas ketika hendak mengulurkan tangan dan menyapa. Jika kemudian jabat tangan berbalas, kecemasan berikutnya adalah menyusun pertanyaan berlapis untuk mengenali siapa gerangan orang di ujung tangan. Terucaplah basa-basi ini, ”Ini kan Mbak... aduh kok pangling ya,” lalu berbalas, ”Ayu, ragilnya Bulik Heni... wah sedih nih dilupain.” Hening.

Ada rasa kikuk. Lontong opor menyelamatkan. Sambil makan, percengkeramaan mulai mencair dan menghangat. Butuh waktu lama sampai benar-benar membaur.

Saya jadi membandingkan dengan aktivitas bisnis. Saya amati, sekarang makin banyak entitas bisnis yang menjalin komunikasi dengan pelanggannya lewat media sosial. Akun-akun bisnis banyak dipersonalisasi sehingga pelanggan bisa serasa berkomunikasi dengan orang, bukan mesin. Jika ada komplain langsung ditanggapi dengan ramah. Jika ada pujian juga langsung dipeluk mesra.

Memang, jika menginginkan pelanggan menyatu dengan bisnis kita, sudah sepatutnya media sosial dikelola profesional. Dari sisi biaya murah namun dari sisi efektivitas komunikasi sangat setimpal. Dan masa depan bisnis memang ada di komunikasi dengan pelanggan. Media sosial salah satu andalannya. Tanpa itu, saat bikin event, publik akan kagok, ”Ini bisnis apa ya?” (*)

Oleh
AA KUNTO A
CoachWriter, Praktisi NLP STIEBBANK

[dimuat di Radar Jogja, 4 Agustus 2014]

author

Leave a reply "Rajin Bertegur Sapa dengan Social Media"