Keuangan Bisnis Online
RSS icon Home icon
  • Cara Memanfaatkan Social Media untuk Pemasaran Online

    Posted on Agustus 7th, 2012 dhista No comments

    Perkembangan social media belakangan ini melahirkan banyak “celah” yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang income. Setelah era blog sekitar lima atau enam tahun lalu, Facebook dan Twitter menjadi lahan potensial untuk memperoleh keuntungan finansial.

    Menurut CEO Virtual Consulting Iim Fahima, ketika berbisnis dengan menggunakan medium online, banyak elemen yang harus di-maintain. “Selain harus paham ilmu komunikasi marketing secara umum, juga harus memperhatikan konsep komunikasi online marketing, perilaku konsumen online, IT, serta harus dinamis dan kreatif,” ujar perempuan yang menjadi konsultan online advertising itu.

    Pemasaran lewat dunia online dinilai sangat potensial karena dapat diakses secara luas dalam sepersekian detik. Apalagi, pasarnya cukup luas. Menurut Andi Boediman dari Ideosource, ada sekitar 30 juta pengguna internet di Indonesia. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.

    Perkembangan media sosial membawa pengaruh pada dunia bisnis. Model komunikasi pemasaran tak lagi berjarak dengan konsumen. Pemilik yang mempromosikan produknya bisa berinteraksi secara langsung dengan konsumen. Promosi pun bisa menggunakan jasa pemilik akun yang punya banyak teman atau follower. Karena itu, muncul istilah buzzer serta influencer.

    Namun, menurut Iim, tren buzzer sudah mulai meredup. Yang lebih efektif adalah influencer. “Blogger pun sebenarnya juga bersifat sebagai influencer. Yang dilihat adalah efektivitasnya serta output yang dihasilkan,” ucapnya.

    Banyak hal yang bisa digarap blogger. Salah satunya adalah review produk atau jasa tertentu. “Perkembangan dunia social media saat ini makin diarahkan ke commerce, business oriented,” lanjut perempuan 34 tahun ini.

    Berikut sharing para digital native tentang kreativitas mereka memanfaatkan dunia online untuk mendulang income.

    Tertarik Ikutan ?

    Buka akun social media Anda. Lihat list follower, apakah banyak di antaranya yang bukan teman atau saudara?

    1. Ya 2. Tidak

    Setiap kali memposting tweet, apakah banyak mendapat reply atau retweet? Untuk blog, apakah banyak yang menuliskan comment?

    1. Ya 2. Tidak

    Apakah sering mem-posting tentang topik spesifik? Misalnya, concern nge-tweet tentang fashion, fokus nge-blog tentang kesehatan?

    1. Ya 2. Tidak

    Apakah sering me-reply mention atau membalas comment yang masuk?

    1. Ya 2. Tidak

    Jika jawabannya dominan Ya, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk mencoba menjadi buzzer atau influencer. Tentu, harus mempelajari banyak hal tentang seluk-beluk bisnis dalam social media. List follower merupakan salah satu indikasi pengaruh yang Anda miliki di dunia maya, begitu pula dengan reply atau comment yang didapatkan.

    Lalu, tentukan topik yang spesifik bisa membentuk certain perception Anda di dunia maya. Frekuensi membalas reply atau comment menunjukkan kesanggupan untuk mengelola follower. Sebab, follower ibarat konsumen, harus dikelola agar mereka loyal.

    Ps: Sedikit bocoran, income seorang buzzer bisa mencapai 7 digit untuk sekali tweet. Hal itu bergantung efektivitas buzz yang dilakukan. Bayangkan bila dalam sehari mengerjakan dua atau tiga, berapa pundi-pundi yang akan masuk ke kantong? Tertarik mencoba?

    Apa Itu Buzzer dan Influencer ?

    Seperti fungsi buzzer pada speaker yaitu untuk menghasilkan suara. Buzzer pada social media juga berfungsi menyuarakan tentang sesuatu. Buzzer yang banyak muncul di Twitter tersebut dimanfaatkan sebagai iklan. Bagaimana dengan influencer? Menurut Iim Fahima, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari segi karakteristik dan output yang dihasilkan.

    “Buzzer sifatnya hanya nge-buzz, siapa saja bisa jadi buzzer. Sedangkan influencer harus yang sosoknya bisa meng-convince orang lain. Harus memiliki kapabilitas yang sesuai dengan produk atau jasa yang dibawakan,” papar Iim.

    Bila umumnya buzzer dilihat dari jumlah follower, influencer, lanjut Iim, tidak ditentukan dari jumlah follower-nya. “Lebih dilihat dari kapabilitasnya. Misalnya, sosok X yang background-nya praktisi fotografi dan kredibel, punya pengaruh yang luas, cocok menjadi influencer untuk produk kamera Y,” beber Iim.

    Perhatikan juga seberapa tinggi efektivitas feedback yang didapat (reply, retweet, mention, comment). Follower ibaratnya konsumen, harus dikelola agar mereka loyal. Bisa lewat reply dan mention, contohnya. Hal itu turut menentukan nilai lebih untuk menjadi seorang buzzer atau influencer.

    Petakan Karakter Friends dan Follower

    Dulu, Astrid Amalia menganggap Facebook, blog, dan Twitter hanyalah alat untuk bermain-main saja. Tidak ada niat untuk mendapatkan rupiah dari sana. Hingga suatu saat, seorang teman memintanya mempromosikan sebuah produk. Astrid pun membuatkan akun khusus produk tersebut di Twitter. Ternyata, akun promo buatannya mampu menyedot peminat. Produk yang ditawarkan pun laris manis.

    Sontak, Astrid sadar bahwa tindakannya dapat dijadikan sumber pemasukan. Dia pun mempelajari “seni” promosi lewat media sosial dengan lebih detail. “Sudah jadi hobi saya utak-atik media sosial. Jadi, sekalian saja saya dalami,” kata perempuan kelahiran Pontianak, 26 Februari 1976, tersebut. Akhirnya, Astrid serius menggarap iklan via media sosial. Produk yang ditangani beragam. Mulai fashion, kosmetik, obat, hingga jasa seperti paket trip/traveling.

    Lantaran promo dilakukan melalui media sosial, jumlah friends dan follower sangat diperhatikan. Lalu, setiap pertanyaan atau komentar dari konsumen diupayakan segera dijawab dan ditanggapi. Dia juga merancang games dan kuis menarik yang tidak ada hubungannya dengan produk klien. “Tetapi, tidak sering. Kalau sering-sering, nanti follower dan friends-nya malah pemburu hadiah,” jelas Astrid.

    Astrid dan timnya juga memetakan karakter follower maupun friends akun klien. Yang paling sederhana adalah usia. Pemetaan itu digunakan untuk merancang konten akun promo tersebut.

    Kini, perempuan yang juga pelatih yoga itu memiliki setidaknya empat karyawan. Mereka bertindak sebagai sebagai pengelola akun promo. Satu orang bisa saja memegang lebih dari satu akun promo. Mereka dibayar per proyek. Sistem pembayarannya bisa dengan nominal tetap, bagi hasil, atau hitungan persentase.

    Berapa jumlahnya, Astrid tidak mau membeberkan. “Banyak yang menjadikan usaha ini sebagai main job,” katanya memberikan gambaran.

    Tugas Social Media Manager

    • Membuat strategi media sosial untuk klien.
    • Berkoordinasi dengan para Influencers & Buzzers di media sosial untuk membantu meningkatkan follower dari media sosial dari klien.
    • Bila diperlukan, membantu para Admin untuk memposting status di media sosial, berupa teks, foto dan video.
    • Melaksanakan games dan kuis untuk meningkatkan para followers.
    • Memonitor dan merespon reaksi dari para followers.
    • Membuat inisiatif, rencana, laporan kesuksesan dan analisa dari media sosial yang belum atau sudah dilaksanakan untuk klien (peningkatan jumlah follower, topik diskusi, dll).
    • Menangani krisis dalam media sosial, terutama ketika ada komentar negatif tentang klien di media sosial.

    Astrid Amalia, Social Media Manager

    Banjir Order di Twitter

    Ienas Tsuroiya adalah salah seorang pengguna social media untuk memasarkan kue buatannya,. Sebenarnya itu bukan hal yang disengaja. Gara-gara teman yang pernah merasakan enaknya banana cake dan muffin buatannya sering me-mention ibu dua anak itu di Twitter, akhirnya follower teman tersebut penasaran dan ikut memesan. Jadilah dia punya bisnis kue yang diberi nama B&B Cake.

    Bisnis tersebut sudah ditekuni perempuan kelahiran Rembang, 19 Oktober 1972 itu setahun terakhir. Setiap hari biasanya ada sepuluh order yang masuk. ”Biasanya orang mention di Twitter untuk memesan kue buatan saya. Lalu, saya jadwalkan kapan bisa mengirim ke para pemesan itu,” terangnya. ”Setelah jadi, baru saya antar menggunakan jasa kurir,” lanjutnya.

    Tentu saja, barang akan dimasak setelah ada konfirmasi pembayaran. Dia pun tak pernah mematok minimum order asalkan si pemesan mau membayar ongkir (ongkos kirim), satu boks pun dia layani. Kue pasti datang ke alamat pemesan. Namun, karena hanya dibantu seorang asisten, dia tak melayani pembelian dalam partai besar.

    Untuk promosi, pemilik akun Twitter @tsuroiya itu didukung sang suami, Ulil Abshar Abdalla, yang memiliki 170 ribu follower di Twitter. Beberapa kali, meskipun tidak terlampau sering, nama B&B Cake disebut dalam tweet Ulil hingga memancing follower-nya mencari tahu tentang produk tersebut.

    Karena dipasarkan secara online, yang tertarik untuk memesan pun datang dari berbagai kota di Indonesia. Selain Jabodetabek, ada pesanan dari Bandung, Surabaya, dan Medan. Dia tak menolak pesanan selama masih bisa menemukan ekspedisi same day delivery agar kuenya tak basi saat tiba di kediaman pemesan.

    Setelah sukses berbisnis lewat Twitter, putri KH Mustofa Bisri atau yang biasa disapa Gus Mus itu  punya business plan untuk memasukkan kue-kue bikinannya di Kopi Tiam Oey (KTO).

    (nar/c4/any/jawapos)

    Leave a reply