Angka kredit perbankan naik di kuartal pertama 2012

No comment 650 views

Sepanjang kuartal I-20I2, perbankan membukukan kenaikan kredit cukup signifikan. Kondisi ini bertolak belakang dengan kuartal pertama tahun-tanun sebelumnya. Biasanya, pertumbuhan kredit pada kurun itu selalu melandai. Hal ini terlihat daii penyaluran kredit Bank BNI dan Bank Central Asia (BCA).

Pertumbuhan kredit Bank BNI tertopang kredit konsumer, yang meningkat 26%. Kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi penyumbang kenaikan terbesar, diikuti penarikan utang melalui kartu, kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit kewirausahaan.

Direktur Retail and Consumer Banking BNI, Darmadi Sutanto, mengatakan outstanding kredit konsumer sekitar Rp 35,7 triliun pada Maret 2012 atau tumbuh 20% dari posisi Desember 2011 atau secara year to date(ytd). Dari total kredit itu, KPR bertambah sekitar Rp 1,8 triliun menjadi Rp 19,8 triliun. "Permintaan kredit rumah masih tinggi," kata Darmadi, Kamis (5/4).

Sedangkan KKB hanya meningkat 1%, menjadi Rp 6,49 triliun. BNI sengaja memperlambat pertumbuhan karena outstanding kreditnya sudah terlalu banyak. Langkah ini guna mencegah adanya potensi bubble. Sepanjang tahun ini, manajemen hanya menargetkan pertumbuhan KKB maksimal 10%. "Kami juga membatasi di pembiayaan kendaraan baru." katanya.

Sementara itu, penyaluran dana melalui kartu kredit bertambah sekitar Rp 300 miliar menjadi Rp 4 triliun. General Manager Bisnis Kartu Bank BNI, Dodit Wiweko Probojakti, menuturkan perseroan menargetkan nilai bisnis sektor ini menembus Rp 5,1 triliun sampai akhir 2012.

BCA menikmati rezeki serupa. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, kondisi tahun ini berbeda dengan pencapaian pada kuartal pertama tahun-tahun sebelumnya.  "Saya tidak bisa menyebutkan angka, tapi sudah positif. Kalau melihat tahun-tahun lalu pada kuartal satu dibandingkan Desember selalu negatif," kata Jahja, pekan lalu.

Sebagai gambaran, per Desember 2010, kredit BCA mencapai Rp 153,9 triliun. Sedangkan per Maret 2011 menyusut menjadi Rp I50,3 triliun. Kondisi serupa juga terjadi pada kuartal IV-2009 dibandingkan kuartal 1-2010. Kredit per Desember 2009 sebesar Rp 123,9 triliun, lalu menurun sekitar Rp 3 triliun menjadi Rp 120.9 triliun per Maret 2010.

Pencapaian positif pada kuartal I-2012 ini lantaran kredit tumbuh merata di semua segmen. Di antaranya, kredit korporasi dan kredit pemilikan rumah (KPR). "Program KPR bunga tetap 8% hingga 55 bulan berhasil. Nasabah memperoleh kepastian cicilan, sehingga merasa lebih nyaman dan yakin," tutur Jahja. (kontan/6/apr/12)

author

Leave a reply "Angka kredit perbankan naik di kuartal pertama 2012"